Devils Line

complete Review

“Don’t judge before you watch until the end”

 

Anime bertema vampir telah banyak di luar sana. Dan masing-masing memiliki karakter atau keunikannya sendiri; termasuk anime ini. Mungkin Anda tidak yakin karena merasa telah cukup banyak menonton anime bertema vampir sehingga tidak tertarik dengan anime ini; Anda salah besar.

Saya juga sebenarnya awalnya tidak terlalu tertarik dengan anime ini. Dari sinopsis, trailer, dan genrenya, saya pikir saya sudah bisa mengira-ngira jalan ceritanya. Namun setelah akhirnya menontonnya, anime ini memiliki jalan cerita dan konsep yang unik. Devils Line bukanlah anime vampir yang sudah sering kita lihat. Ini adalah cerita bertema vampir yang baru.

 

Tipe : TV Series

Jumlah Episode : 12

Genre : Action, Drama, Romance, Seinen, Supernatural, Vampire

Masa Tayang : 7 April 2018 – 23 Juni 2018

Studio : Platinum Vision (Servamp dan Saiyuuki Reload Blast)

Sumber : Manga (story & art by Hanada Ryou, terbit sejak 22 Maret 2013)

Director : Nakano Hideaki (Aoharu x Kikanjuu, Servamp, Saiyuuki Reload Blast, dll)

Character Design : Kawaguchi Chisato

OP Theme Song : “Eclipse” by Shouta Aoi; ED Theme Song : “Sotto Tokete Yuku You ni” by Mamoru Miyano

 

Platinum Vision beserta sutradaranya, Nakano Hideaki telah membuat anime Servamp dan Saiyuuki yang genrenya hampir sama dengan Devils Line; salah satu alasan anime ini tergarap dengan baik. Untuk manganya, berdasarkan skor yang diberikan oleh 1.540 user di MAL memperoleh rata-rata 7,9 (28 Juni 2018); selain itu, beberapa review untuk manganya juga kebanyakan memberi tanggapan positif.

Itu adalah alasan saya akhirnya memutuskan untuk menonton Devils Line meskipun saya awalnya tidak begitu tertarik. Selain itu, anime new title bergenre aksi-romance musim ini (Spring 2018) hanya Devils Line.

 

Sinopsis :

Tsukasa, seorang mahasiswi, diselamatkan dari serangan oleh seorang vampir, salah satu dari banyak vampir yang membaur diantara populasi manusia. Anzai, penyelamatnya, adalah half-vampire yang menggunakan kekuatan vampirnya yang ia dapatkan sejak lahir untuk menjadi seorang anggota pasukan polisi bayangan yang dikhususkan untuk mengurus kejahatan yang berkaitan dengan vampir di Tokyo. Sembari terus menjaga Tsukasa, mereka berdua dengan cepat menjalin hubungan erat –hal yang ditakutkan oleh Anzai karena akan menguji tekadnya untuk tidak meminum darah manusia…

 

Devils Line

 

Review :

———Ide Cerita———

Pertama saya akan bahas mengenai ide dan konsep cerita Devils Line, karena saya katakan di awal bahwa anime ini unik.

Genre vampire pasti bergenre supernatural (silahkan searching dulu untuk yang belum paham). Dan genre supernatural tidak lepas dari kondisi ‘tidak logis’ atau fiktif. Namun pada Devils Line, genre supernatural benar-benar ditekan keberadaannya dalam cerita. Bisa dibilang satu-satunya hal yang tidak logis dari anime ini adalah vampir itu ada (tentunya).

Maksud saya adalah anime ini dibuat se-ilmiah atau se-logis mungkin, sehingga apa yang terjadi dalam anime ini bisa diterima dengan baik, tanpa sedikitpun membuat kita merasa janggal dengan anime ini. Pastinya anda sering menonton anime (terutama aksi-supernatural atau aksi-fantasi) dimana banyak scene yang sebenarnya tidak cukup logis, namun kita terima saja karena ini cerita fiksi. Untuk sebagian penonton, termasuk saya, saya lebih suka bila suatu cerita dibuat se-ilmiah atau se-logis mungkin.

Nah, terkait dengan hal tersebut, menyebabkan genre aksi dalam anime ini semuanya menggunakan martial art dan senjata api; jenis genre aksi yang saya suka.

Yang kedua, yang membuat anime vampir ini berbeda dengan anime vampir lainnya adalah karakteristik dan sifat vampirnya. Saya rasa saya tidak akan membahas detail, namun intinya Devils Line membuat karakter vampirnya sendiri. Kebanyakan anime vampir memang biasanya memiliki karakteristik vampirnya sendiri-sendiri.

Yang terakhir, adalah hal yang paling berbeda dari anime vampir lainnya, yaitu kehidupan sosial dan sistem ‘penanganan vampir’ yang terbangun di masyarakat. Saya agak kesulitan menjelaskan hal ini. Jadi interaksi sosial, peraturan, dan kehidupan antara manusia-vampir yang terbangun dalam anime ini terasa baru.

Saya yakin alasan manga karya Hanada Ryou ini diadaptasi menjadi anime karena cerita vampirnya yang ‘baru’.

 

———Karakter Utama———

Sebenarnya ini juga terkait dengan keunikan anime ini, dimana dua karakter utama yang bermain dalam Devils Line membuat cerita vampir ini unik.

Main character merupakan seorang vampir sekaligus seorang polisi berumur 26 tahun (ingat cerita ini menjaga kelogisan) yang bertugas menangani kasus yang berkaitan dengan vampir. Ia sudah cukup membedakan Devils Line dengan cerita vampir lainnya. Saya sudah cukup lelah dengan anime yang menggunakan tokoh utama anak SMA/seumurannya, jadi anime ini cocok untuk Anda yang juga merasa demikian. Bahkan seluruh tokoh yang tampil di anime ini berumur diatas 20-an.

Untuk mendukung keberlangsungan genre romance, sekaligus memberi konflik, main heroine dalam anime ini adalah seorang manusia biasa yang sudah terlanjur cinta dengan tokoh utama yang merupakan seorang vampir (Oke setting yang satu ini tidak cukup unik :v). Rasa cintanya sering membuatnya tidak peduli dengan keselamatannya dan selalu sembrono.

 

 

———Romance———

Saya cukup terkejut karena porsi genre romance dalam anime ini cukup banyak. Meskipun romancenya hanya melibatkan kedua tokoh utama (tidak ada tukang tikung), setiap episode, dari awal cerita hingga akhir, selalu ada waktu yang disediakan untuk mereka berdua. Untuk yang cari genre romance di anime ini, silahkan masuk.

Namun. Ada kekurangan untuk genre romance pada cerita ini. Saya akan bahas di bagian kekurangan saja.

 

———Pembagian Genre———

Satu lagi hal yang saya suka dari anime ini adalah pembagian scene untuk genrenya yang sangat baik. Setiap genrenya mendapatkan porsi waktu yang sama. Sangat adil. Aksi, romance, drama, semuanya terbagi dengan baik di setiap episodenya. Mungkin Anda tidak menyadarinya ketika menontonnya.. karena memang terbagi dengan baik.

Cukup tonton satu episode pertama, Anda akan paham apa yang saya maksud.

 

———OP & ED Theme Song———

Seperti kebanyakan anime, episode dibuka dengan lagu yang penuh semangat dan keras, kemudian ditutup dengan lagu yang slow.

Yang menarik, Devils Line menyisipkan gambar berisi siluet tokoh-tokoh antagonis dalam openingnya. Terlihat ada banyak siluet dalam gambar tersebut, dan akan terbuka satu-per-satu seiring munculnya tokoh antagonis baru dalam ceritanya. Beberapa anime telah menerapkan hal ini, yang saya harap setiap anime membuat openingnya seperti ini karena menarik.

 

———Kekurangan———

Menurut saya, yang menjadi kekurangan dalam cerita ini adalah genre romance yang tidak menyatu dengan konflik utamanya. Rasanya seperti romance dan konflik utamanya adalah dua hal yang terpisah. Peran heroine dalam cerita ini ‘hanya’ menjadi kekasih dari tokoh utama yang tentunya, perannya adalah mengkhawatirkan si tokoh utama dan menjadi tempat bersandar baginya. Yang menyebabkan genre romancenya bisa menyatu dengan ceritanya karena memang porsinya yang cukup banyak, sehingga tentunya lama-lama berpengaruh pada ceritanya. Saya berharap si heroine ini memiliki hubungan dengan tokoh lainnya, bukan hanya terhubung dengan tokoh lain dan cerita melalui sang main character.

Kekurangan kedua, kekurangan yang sangat nyata. Yaitu adanya garis tepi putih pada karakter yang muncul ketika latar tempatnya cenderung gelap. Saya tahu garis tepi putih ini dimaksudkan untuk efek cahaya, namun benar-benar sangat mengganggu ketika muncul. Kekhusyukan saya ketika menonton menjadi buyar ketika garis ini muncul. Namun setelah episode lima ke atas, akhirnya garis ini hilang.

 

———Kesimpulan———

Pecinta genre vampir, jangan sampai lewatkan anime ini; terutama untuk yang menyukai kombinasi romance-vampire. Untuk yang tidak tertarik dengan genre vampire atau romance.. saya tidak terlalu menyarankan. Karena tentunya ini adalah cerita tentang vampir dan kisah cintanya.

 

PV

 

https://myanimelist.net/anime/35928/Devils_Line

Share this post :