Dorei-ku The Animation

complete Review

Yang menjadi alasan saya menonton anime ini adalah bila dilihat dari berbagai informasi awal yang diberikan, anime ini terlihat sangat menjanjikan. Saya menyukai genrenya, sinopsisnya menyiratkan cerita yang sepertinya seru untuk diikuti, trailernya pun menarik. Tidak hanya itu, selain anime ini, novel dorei-ku yang ditulis oleh Shinichi Okada juga telah diadaptasi kedalam film live action dan manga.

Namun, dari awal hingga akhir, saya terkhianati dan kecewa. Bahkan dari lima anime Spring 2018 yang saya saksikan (untuk saat ini), Dorei-ku adalah yang paling tidak memenuhi harapan saya. Setiap minggu saya selalu berpikir positif sembari berharap ceritanya akan mulai menarik di episode berikutnya, namun ternyata tidak pernah terjadi.

 

Tipe : TV Series

Status : Airing (sejak 13 April 2018)

Genre : Psychological, Drama

Studio : TNK (High School DxD, School Days, dll) dan Zero-G (Tsugumomo, Dive!!, dll)

Sumber : Manga (story by Shinichi Okada (Inou Maze), terbit sejak 12 Desember 2012 – 28 Oktober 2016)

Director, Script, Series Composition : Kuraya Ryouichi (Tsugumomo)

Character Design, Chief Animation Director : Gotou Junji (High School DxD, Ikkitousen, School Days, dll)

OP Theme Song : Kara Kara na Kokoro by Shougo Sakamoto; ED Theme Song : “BJ” by Pile

 

Digarap oleh studio yang telah banyak menghasilkan anime ‘nyeleneh’, serta di desain-dan-animasikan oleh Gotou Junji, saya tidak tahu mengapa staff memilih pihak tersebut. Menurut saya lebih baik memilih studio/pihak yang telah banyak menghasilkan anime psychological. Tapi selama menyaksikan anime ini, saya rasa dari segi animasi tidak ada masalah. Tergarap dengan baik.

Tadi saya katakan bahwa saya menyukai genrenya (psikologikal), namun sebenarnya saya cukup bingung karena hanya tertera dua genre saja (psikologikal dan drama), yang mana bila memang kenyataannya genre utamanya hanya dua itu saja… saya tidak bisa memperkirakan seperti apa nuansa cerita ini nantinya. Genre drama memang sering menemani genre psychological, namun tidak apabila genrenya hanya psychological dan drama saja.

 

Hasil gambar untuk dorei-ku anime

 

Sinopsis :

Bagaimana bila anda dapat memperbudak siapapun yang anda inginkan? Hal ini sudah dekat dan bisa kita raih. SCM memungkinkan anda untuk memperbudak siapapun yang juga menggunakan SCM, tentunya dengan syarat tertentu. Anda harus menang dari yang lain, dari pertandingan yang kalian tentukan sendiri, agar bisa memperbudak lawan anda.

 

Review :

———Karakter———

Saya bahas bagian ini diawal, karena inilah yang mempengaruhi segala hal dari dorei-ku. Dibandingkan anime lain, karakter adalah poin penting dan ‘sesuatu’ sekali untuk anime ini.

Saya rasa total jumlah karakter atau ‘pengguna SCM’ bukan spoiler, karena sesuai dengan judul manganya, ‘Dorei-ku: Boku to 23-nin no Dorei’ yang artinya ‘Distrik Perbudakan: Aku dan 23 orang budak’, bisa diketahui bahwa ada 23 orang pengguna SCM dalam cerita ini (sebenarnya bila diartikan secara benar, jumlahnya seharusnya 24, tapi kenyataannya 23). Nah, untuk sebuah cerita, 23 orang karakter terdengar biasa. Tapi bagaimana bila seluruhnya adalah karakter utama?

Tentunya tetap ada karakter utama, dan berdasarkan informasi, ada empat karakter utama. Namun setelah menyaksikan anime ini, saya rasa istilah karakter utama tidak berlaku untuk dorei-ku. Mungkin Anda pernah menonton Juuni Taisen yang tayang dua musim lalu? Kurang lebih seperti itu.

Berusaha memanfaatkan 23 karakter sekaligus untuk membangun sebuah cerita, tentunya merupakan hal yang berat. Karena itu, tidak hanya keunikan dan kelebihan, konsep ini juga sekaligus menjadi kekurangan untuk dorei-ku. Mari ikuti pembahasan saya di bawah.

 

———Penyajian Cerita———

Saya cukup terhibur dengan cara anime ini membawakan ceritanya; yaitu dengan mengganti-ganti sudut pandang/tokoh utamanya dengan berbagai tokoh lain. Kelebihan dari konsep ‘seluruhnya-tokoh-utama’ atau ‘banyak tokoh utama’ adalah dimungkinkannya penggunaan teknik ini. Teknik seperti ini jarang digunakan karena tidak semua cerita bisa menggunakannya; namun bila sukses, teknik ini mampu memperluas cerita dan membuat ceritanya menjadi lebih kompleks karena penonton dengan baik memahami setiap karakter dan perannya dalam cerita. Saya rasa penggunaan teknik ini tepat, karena mampu membuat cerita dorei-ku menjadi lebih unik.

 

Hasil gambar untuk doreiku

 

———Kekurangan———

Nah, di awal saya katakan bahwa saya kecewa dengan anime ini. Jadi bersiap untuk pembahasan panjang di bagian kekurangan 🙁 .

Seperti yang saya sampaikan di dua bagian pembahasan sebelumnya, dorei-ku sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk menyajikan cerita yang menarik, unik, dan wow. 23 karakter telah tersedia dan yang siap untuk diulas dalam, siap untuk membangun cerita, siap untuk saling bentrok satu sama lain; namun semua potensi dorei-ku dijerat dengan jumlah episode yang hanya 12.

Terkait dengan bagian pembahasan ‘penyajian cerita’ yang sebenarnya mampu memperluas cerita dan membuat cerita menjadi kompleks; ternyata tidak sepenuhnya tereksekusi dengan baik. Lagi-lagi karena panjang ceritanya yang hanya 12 episode. Sebenarnya beberapa tokoh telah digali dengan dalam karakter dan masa lalunya, namun tidak semuanya. Bahkan, yang paling parah, masa lalu dan karakter ‘yang katanya tokoh utama’ tidak diulas dengan baik; tidak sebaik beberapa karakter lain.

12 episode benar-benar tidak cukup untuk dorei-ku; dan sudah terlambat untuk memperpanjangnya (bila ada season kedua maksudnya). Saya akui pembagian porsi untuk 23 karakter terbilang bagus. Saya bahkan bisa mengingat kedua puluh tiga karakter tersebut dengan baik. Meskipun saya sedang membahas kekurangan :v, namun saya katakan disini bahwa sebenarnya penulis cerita sudah berusaha dengan baik untuk membagi porsi untuk setiap karakter. Tapi tetap saja, saya kecewa durasi ceritanya yang pendek yang kemudian berdampak negatif pada ceritanya.

Kekurangan lainnya adalah, setelah melihat sinopsis dan PVnya, saya (dan mungkin juga anda) memperkirakan bahwa cerita ini akan dipenuhi dengan ‘game’ yang menarik. Karena memang, untuk memperbudak orang lain, kita perlu bertanding/anggap saja bermain game. Dan di seluruh pertandingan yang terjadi, saya kecewa karena pertandingan yang disajikan tidaklah semenarik dan secerdas yang saya harapkan. Sejak awal saya mengharapkan untuk melihat pertandingan yang menggunakan strategi dan otak untuk bertanding, apalagi ada banyak karakter yang cerdas. Namun cerita ini tidak menyajikan strategi yang cukup cerdas untuk membuat saya terpukau; apalagi bila dibandingkan dengan anime strategi lainnya.

 

———Lain-lain———

Untuk anime psychological saya rasa lumrah untuk mendapat rating R – 17+ (violence & profanity). Karena dengan violence & profanity itulah, genre psychological akan semakin terasa. Penempatan scene yang mengandung hal tersebut juga baik, sepenuhnya untuk mendukung genre psychological dan ceritanya, bukan untuk hiburan (fanservice), karena ini adalah anime yang ‘serius’.

 

———Kesimpulan———

Dorei-ku sebenarnya memiliki ide cerita yang bagus. Bertema strategi, seharusnya anime ini bisa dibuat menjadi lebih cerdik, menegangkan, dan penuh kejutan. Apalagi dengan 23 karakter yang unik antara satu dengan yang lain, saya harap bisa mempermainkan cerita dengan lihai. Namun, selain karena durasinya yang pendek untuk cerita yang kompleks, eksekusi cerita juga tidak sebagus yang saya harapkan. Saya sangat kecewa karena awalnya memiliki harapan yang sangat tinggi untuk anime ini.

 

PV

 

https://myanimelist.net/anime/36525/Dorei-ku_The_Animation

Share this post :